Tradisi Pesantren Selama Bulan Puasa : imtaqisykarima.com

Halo semuanya! Selamat datang di artikel jurnal kami yang membahas tentang tradisi pesantren selama bulan puasa. Bulan puasa merupakan bulan yang istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Di pesantren-pesantren, ada beberapa tradisi yang dilakukan selama bulan puasa untuk menjalani ibadah dengan penuh khidmat. Dalam artikel ini, kami akan membahas tentang tradisi-tradisi tersebut dan bagaimana pesantren menjalankan kegiatan selama bulan yang penuh berkah ini.

1. Pengarahan dan Pengajian Khusus Bulan Puasa

Setiap tahun, sebelum memasuki bulan puasa, pesantren biasanya melakukan pengarahan dan pengajian khusus. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman serta pengetahuan tentang pentingnya menjalankan ibadah puasa dengan baik dan benar.

Dalam pengarahan ini, para santri diberikan arahan mengenai tata cara berpuasa, pentingnya menjaga amalan di bulan puasa, serta bagaimana memaksimalkan ibadah selama bulan yang penuh berkah ini.

Pada pengajian khusus ini, para santri diajak untuk mempelajari dan memahami Al-Qur’an lebih dalam. Ada juga pengajian yang membahas tentang kisah-kisah Nabi Muhammad SAW yang berhubungan dengan bulan puasa.

Dalam rangkaian pengarahan dan pengajian ini, para santri diajarkan untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan meningkatkan keimanan serta ketaqwaan kepada Allah SWT. Hal ini penting agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

Selain itu, pengarahan dan pengajian juga dijadikan momen untuk mempererat tali silaturahmi antara santri, para ustadz, dan pengurus pesantren. Semua pihak saling berbagi pengalaman, berdiskusi, serta mendapatkan motivasi untuk menjalani bulan puasa dengan penuh semangat.

1.1. Tabel Kegiatan Pengarahan dan Pengajian

Hari Jam Acara
Senin 08.00 – 10.00 Pengarahan Awal Bulan Puasa
Rabu 13.00 – 15.00 Pengajian Kitab Fiqih Puasa
Jumat 10.00 – 12.00 Tausiyah Bulan Puasa
Minggu 19.00 – 21.00 Pengajian Kisah-Kisah Bulan Puasa

2. Sholat Tarawih Berjamaah

Sholat tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang dilakukan setelah sholat Isya’ pada bulan puasa. Di pesantren, para santri dan seluruh pengurus pesantren melaksanakan sholat tarawih berjamaah setiap malamnya.

Sholat tarawih berjamaah di pesantren biasanya dipimpin oleh seorang ustadz atau guru ngaji yang ahli dalam membaca Al-Qur’an. Mereka melantunkan ayat-ayat suci dengan indah dan penuh khusyuk, sehingga para santri dapat merasakan keagungan dan ketenangan dalam melaksanakan ibadah tersebut.

Selain itu, sholat tarawih berjamaah di pesantren juga menjadi ajang untuk saling memperbaiki bacaan Al-Qur’an antara santri satu dengan yang lain. Para santri yang belum lancar membaca Al-Qur’an dapat meminta bimbingan dan masukan dari santri yang sudah mahir.

Sholat tarawih berjamaah di pesantren tidak hanya menjadi ibadah semata, tetapi juga momen untuk mempererat rasa kebersamaan dan solidaritas antara para santri. Mereka saling mendukung dan mendoakan satu sama lain dalam menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan.

Tak jarang, santri yang lancar membaca Al-Qur’an menjadi imam atau qari dalam sholat tarawih berjamaah, sehingga mereka dapat memperlihatkan kemampuannya kepada semua orang. Hal ini juga menjadi motivasi bagi santri lain untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an mereka.

2.1. FAQ tentang Sholat Tarawih Berjamaah

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang sholat tarawih berjamaah di pesantren:

2.1.1. Apa keutamaan melaksanakan sholat tarawih berjamaah?

Keutamaan melaksanakan sholat tarawih berjamaah antara lain adalah mendapatkan pahala berlipat ganda, meningkatkan kualitas ibadah, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah.

2.1.2. Berapa rakaat sholat tarawih yang biasanya dilaksanakan?

Sholat tarawih biasanya dilaksanakan sebanyak 8 atau 20 rakaat, sesuai dengan mazhab yang dianut masing-masing pesantren.

2.1.3. Bagaimana tata cara melaksanakan sholat tarawih berjamaah?

Tata cara melaksanakan sholat tarawih berjamaah sama seperti sholat jamaah pada umumnya. Setiap takbiratul ihram, imam dan makmum mengucapkan “Allahu Akbar” bersama-sama, kemudian mengikuti gerakan-gerakan sholat yang dilakukan oleh imam.

Sumber :